Posted by: blogkuw | July 20, 2007

Plastik “Biodegradable”

Hampir setiap hari kita membutuhkan plastik untuk berbagai hal, yakni sebagai pembungkus makanan, alas makan dan minum, untuk keperluan sekolah, kantor, dan sebagainya. Hal ini dikarenakan plastik memiliki sifat unggul seperti ringan tetapi kuat, transparan, tahan air serta harganya relatif murah dan terjangkau oleh semua kalangan masyarakat.

Namun, plastik yang beredar di pasaran saat ini merupakan polimer sintetik yang terbuat dari minyak bumi yang sulit untuk terurai di alam. Akibatnya semakin banyak yang menggunakan plastik, akan semakin meningkat pula pencemaran lingkungan seperti penurunan kualitas air dan tanah menjadi tidak subur.

Untuk menyelamatkan lingkungan dari bahaya plastik, saat ini telah dikembangkan plastik biodegradable, artinya plastik ini dapat duraikan kembali mikroorganisme secara alami menjadi senyawa yang ramah lingkungan. Biasanya plastik konvensional berbahan dasar petroleum, gas alam, atau batu bara. Sementara plastik biodegradable terbuat dari material yang dapat diperbaharui, yaitu dari senyawa-senyawa yang terdapat dalam tanaman misalnya selulosa, kolagen, kasein,
protein atau lipid yang terdapat dalam hewan.

Jenis plastik biodegradable antara lain polyhidroksialkanoat (PHA) dan poli-asam amino yang berasal dari sel bakteri, polylaktida (PLA) yang merupakan modifikasi asam laktat hasil perubahan zat tepung kentang atau jagung oleh mikroorganisme, dan poliaspartat sintesis yang dapat terdegradasi. Bahan dasar plastik berasal dari selulosa bakteri, kitin, kitosan, atau tepung yang terkandung dalam tumbuhan, serta beberapa material plastik atau polimer lain yang terdapat di sel tumbuhan dan hewan.

Plastik biodegradable berbahan dasar tepung dapat didegradasi bakteri pseudomonas dan bacillus memutus rantai polimer menjadi monomer-monomernya . Senyawa-senyawa hasil degradasi polimer selain menghasilkan karbon dioksida dan air, juga menghasilkan senyawa organik lain yaitu asam organik dan aldehid yang tidak berbahaya bagi lingkungan.

Plastik berbahan dasar tepung aman bagi lingkungan. Sebagai perbandingan, plastik tradisional membutuhkan waktu sekira 50 tahun agar dapat terdekomposisi alam, sementara plastik biodegradable dapat terdekomposisi 10 hingga 20 kali lebih cepat.

Hasil degradasi plastik ini dapat digunakan sebagai makanan hewan ternak atau sebagai pupuk kompos. Plastik biodegradable yang terbakar tidak menghasilkan senyawa kimia berbahaya. Kualitas tanah akan meningkat dengan adanya plastik biodegradable, karena hasil penguraian mikroorganisme meningkatkan unsur hara dalam tanah.

Sampai saat ini masih diteliti berapa cepat atau berapa banyak polimer biodegradable ini dapat diuraikan alam. Di samping itu, penambahan tepung pada pembuatan polimer biodegradable menambah biaya pembuatan plastik.

Namun ini menjadi potensi yang besar di Indonesia, karena terdapat berbagai tanaman penghasil tepung seperti singkong, beras, kentang, dan tanaman lainnya. Apalagi harga umbi-umbian di Indonesia relatif rendah. Dengan memanfaatkan sebagai bahan plastik biodegradable, akan memberi nilai tambah ekonomi yang tinggi. Penelitian lebih lanjut sangat diperlukan. Bukan tidak mungkin kelak Indonesia menjadi produsen terbesar plastik biodegradable di dunia.

Jerman, India, Australia, Jepang, dan Amerika adalah negara yang paling intensif mengembangkan riset plastik biodegradable dan mempromosikan penggunaannya menggantikan plastik konvensional. Produk industri berbahan dasar plastik mulai menggunakan bahan biodegradable. Fujitsu, perusahaan komputer besar di Jepang telah menggunakan plastik biodegradable ini pada semua casing produknya. Komunitas internasional sepakat, penggunaan bahan polimer sintetis yang ramah lingkungan harus terus ditingkatkan.

Sementara itu, penggunaan di Indonesia masih jauh panggang dari api. Padahal sudah jelas potensi bahan baku pembuatan plastik biodegradable sangat besar di Indonesia. Tampaknya perlu dukungan dari semua pihak terutama pemerintah selaku regulator, industri kimia dan proses, serta kesadaran dari seluruh masyarakat. Harus ada kerja sama diantara banyak pihak untuk mendukung penerapan plastik biodegradable menggantikan plastik konvensional.

Penggunaan skala besar plastik berbahan biodegradable ini akan membantu mengurangi penggunaan minyak bumi, gas alam dan sumber mineral lain serta turut berkontribusi menyelamatkan lingkungan.


Responses

  1. hi
    thx bgt dah memuat ttg plastik di blog km. ak jd gampang cari bahan bwad makalah KIR-ku. once again, thx yaa…
    btw km msh skul ato dah kuliah? trz km jg anak mana? contact me @ kate_narsis@yahoo.co.id
    thx ya…
    sincerely

    kate

  2. ahirnya
    thnx y

  3. DML menyediakan dan menjual Biodegradable Bag dengan harga yang cukup terjangkau mulai dari Rp. 1500,- / pack dengan isi + 35 pcs.

    Pada umumnya plastik akan terurai didalam tanah dalam waktu + 400 – 500 tahun, sedangkan produk Biodegradable Bag yang kami sediakan akan terurai didalam tanah dalam waktu + 3 tahun. Produk ini terbuat dengan komposisi 20% tepung singkong.

    Dengan menggunakan Biodegradable Bag untuk kebutuhan sehari-hari, berarti anda turut berpartisipasi menjaga lingkungan disekitar anda khususnya di Indonesia.

  4. DML menyediakan dan menjual Biodegradable Bag dengan harga yang cukup terjangkau mulai dari Rp. 1500,- / pack dengan isi + 35 pcs.

    Pada umumnya plastik akan terurai didalam tanah dalam waktu + 400 – 500 tahun, sedangkan produk Biodegradable Bag yang kami sediakan akan terurai didalam tanah dalam waktu + 3 tahun. Produk ini terbuat dengan komposisi 20% tepung singkong.

    Dengan menggunakan Biodegradable Bag untuk kebutuhan sehari-hari, berarti anda turut berpartisipasi menjaga lingkungan disekitar anda khususnya di Indonesia.

    http://www.dml.or.id/dml5/berita_terbaru/biodegradable_bag_di_indonesia.dml

  5. ada tidak yang telah menjual biji plastik biodegrabel dari PLA kalau ada berapa harganya dan dimana saya bisa akses atau mendapatkannya?

  6. menarik nih buat bahan penelitianku, boleh ga kerjasama?? cali me, o!

  7. Thanx very much,
    artikel Anda menginspirasi saya untuk meneliti lebih lanjut tentang proses pembuatan plastik biodegradable dari tepung singkong. Karena di daerahku (Lampung) banyak singkong.

    Let’s save our planet.

  8. mbak,,aku ambil linknya buat di MP ku ya…itung2 mempengaruhi orang untuk sadar lingkungan..

  9. halow….bisa kasi nomor pusat pemesanan plastik biodegrable?

  10. Terima kasih atas artikelnya , mintz izin penggunaan artikelnya untuk proyek saya

  11. alow…

    sebelum bangsa lain yang mengambil hak patennya..

    mari kita dulu yang patenkan…

  12. Menarik sekali tulisannya, thanks.
    Bisa tanya gimana cara membuat degradable plastic? dan berapa harganya dipasaran?

  13. kami menerima pemesanan biodegradable plastik bag/kresek kirim email ke onejohn410@yahoo.com thank you

  14. Ecoplas
    Ecoplas adalah kantong ramah lingkungan dengan design yang menarik dan harga terjangkau yang dibuat menggunakan Resin BE+. Tidak seperti plastik pada umumnya yang memerlukan waktu + 1000 tahun untuk terurai, Ecoplas akan terurai didalam tanah tropik dalam waktu + 10 minggu (berdasarkan test report yang dilakukan Sucofindo/SGS)

    BE+ (Biodegradable Resin)
    BE+ adalah resin baru yang dikembangkan dan diciptakan di Indonesia oleh putra Indonesia yang mengandung 50% tepung singkong Indonesia beserta sumber-sumber alami lain yang ramah lingkungan dan dapat diperbaharui. Resin BE+ sudah dipatenkan dan diharapkan dapat menjadi pilihan alternatif selain resin-resin lain yang sudah dikenal masyarakat.

    http://www.dml.or.id/dml5/berita_terbaru/Ecoplas_plastik_ramah_lingkungan_dari_singkong.dml

  15. Kalo di Semarang belinya dimana ya?Kalo tepung singkong bisa. berarti dari daun juga bisa dong?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: